Luka Bakar

Menghadapi kejadian luka bakar pada anak bagi setiap ibu, seringkali membuat panik dan detak jantung serasa berhenti seketika. Perasaan yang kualami saat Abdullah berlari sambil menangis dan menunjukkan adanya luka bakar akibat knalpot panas pada kaki kanannya. Ahhh…anakku sayang.. Begitu hati-hati aku menjagamu, namun apa yang kukhawatirkan terjadi juga.

Di bawah ini, sedikit pembahasan mengenai luka bakar yang mungkin saja dialami oleh diri kita ataupun anggota keluarga kita.

Luka bakar merupakan bahaya yang potensial terjadi di setiap rumah tangga; banyak laporan menunjukkan, luka bakar oleh karena air panas/cairan panas adalah jenis yang paling sering terjadi pada anak. Bayi dan anak kecil lebih rentan terkena sebab rasa ingin tahu yang besar serta kulit mereka yang sangat sensitif. Luka bakar yang kecil biasanya dapat ditangani dengan aman di rumah, tapi luka bakar yang cukup luas tentu saja memerlukan perawatan medis. Yang penting ialah melakukan tindakan pencegahan sederhana di rumah.

Penyebab yang sering :
• terkena air panas, minyak panas dan uap panas
• kontak dengan benda panas (setrika, kompor)
• terkena bahan kimia (asam sulfat, bahan pemutih)
• sengatan listrik
• terpapar lama dengan sinar matahari.

Jenis luka bakar :
Luka bakar dibagi menjadi 3 derajat tergantung seberapa hebat kerusakan pada kulit. Semua penyebab tersebut diatas, dapat menyebabkan ketiga derajat luka bakar.

Akan tetapi yang menentukan bagaimana luka bakar diobati adalah jenis dan penyebabnya. Semua luka bakar harus segera ditangani untuk mengurangi suhu disekitar lokasi luka bakar serta mengurangi kerusakan kulit maupun jaringan sekitar bila luka bakar luas.

image

Derajat Luka Bakar:

1. Luka bakar derajat satu : paling ringan, hanya mengenai lapisan kulit terluar. Kulit yang terkena terlihat kemerahan, nyeri, sedikit bengkak tapi tidak ada lepuh. Kulit menjadi berwarna putih jika ditekan. Luka bakar jenis ini sembuh dalam waktu 3 – 6 hari; lapisan kulit superfisial pada daerah yang terkena akan mengelupas dalam waktu 1 – 2 hari.

2. Luka bakar derajat dua : lebih berat, mengenai sampai lapisan kulit yang berikutnya. Terbentuk lepuh, nyeri lebih hebat dan kulit kemerahan serta, bisa nampak berwarna putih sampai merah ceri. Waktu sembuh bervariasi, sangat bergantung pada luasnya luka bakar.

3. Luka bakar derajat tiga : merupakan jenis yang paling berat dan mengenai seluruh lapisan kulit serta jaringan sekitarnya. Permukaan kulit bisa terlihat berlemak, keras dan kasar ataupun hangus. Karena terjadi kerusakan saraf maka pada awal biasanya tidak terasa nyeri atau sedikit nyeri. Waktu untuk penyembuhan sangat tergantung pada luasnya luka. Pada luka bakar derajat dua yang dalam dan derajat tiga (disebut full-thickness) biasanya memerlukan penanganan dokter spesialis bedah plastik untuk tranplantasi kulit dan dikenal sebagai „skin grafts“.

Apa yang harus dilakukan pada luka bakar saat kita menghadapinya :

1. Dapatkan segera pertolongan medis apabila :

• Diduga luka bakar derajat dua atau tiga
• Luka bakar luas walaupun nampak ringan; setiap luka bakar yang mengenai lebih dari 15 – 20 % luas permukaan tubuh harus segera mendapat pertolongan medik. Jangan menggunakan kompres basah karena akan membuat suhu tubuh anak menurun. Tutup daerah luka dengan kain/handuk yang bersih dan kering.
• Luka bakar oleh karena bahan kimia, api dan listrik
• Luka bakar di daerah wajah, kulit kepala, tangan, permukaan sendi serta alat kelamin.
• Luka bakar yang kelihatan terinfeksi (bengkak, bernanah, kemerahan yang bertambah atau garis kemerahan pada kulit didekat luka).

2. Untuk luka bakar derajat satu :

• Segera lepaskan pakaian yang menutupi daerah luka
• Alirkan air bersih (jangan air es) pada daerah yang terkena, jaga kebersihan dan daerah luka dikompres dingin (tapi jangan dengan es) sampai nyeri berkurang
• Jangan olesi apapun termasuk mentega, minyak, serbuk obat pada luka
• Bila kulit yang terkena hanya sedikit, tutup saja dengan kasa steril
• Berikan sirup parasetamol atau ibuprofen untuk mengurangi sakit

3. Untuk luka bakar derajat dua dan tiga : Segera hubungi UGD terdekat; dan sambil menunggu pertolongan, lakukan hal-hal berikut :

• Baringkan anak dengan daerah yang terkena agak ditinggikan
• Lakukan instruksi untuk luka bakar derajat satu
• Lepas semua perhiasan dan pakaian yang menutup luka kecuali pakaian yang melekat pada luka, kalau perlu dengan memotong/mengguntin g pakaian itu.
• Jangan memecahkan lepuhan yang terbentuk
• Taruh kasa steril basah diatas daerah luka

4. Untuk luka bakar listrik dan bahan kimia :

• Siram daerah yang terkena dengan air bersih mengalir selama 5 menit atau lebih. Jika yang terkena luas, gunakan penyiraman dengan pancuran air di kamar mandi (shower)
•Jangan melepaskan pakaian sebelum sebelum kulit disiram dengan air; sambil dilakukan penyiraman, pakaian pada daerah yang terkena dapat dilepas.
• Jika daerah yang terkena hanya kecil, siram selama 10 – 20 menit lalu tutup dengan kasa steril dan hubungan dokter anak anda.
• Luka bakar bahan kimia pada mata memerlukan evaluasi medik segera setelah dilakukan penyiraman dengan air.

Walaupun luka bakar listrik dan bahan kimia mungkin tidak selalu terlihat tapi dapat berakibat serius sebab bisa menyebabkan kerusakan organ bagian dalam. Simptom bisa bervariasi tergantung pada jenis dan berat serta penyebabnya.

Jika anda mencurigai anak menelan bahan kimia atau benda berbahaya misalnya baterai arloji, segera hubungi UGD terdekat (kalau di AS yang dihubungi terdahulu adalah „poison control” yang konon sangat mudah dihubungi).

image

image

Pencegahan Luka Bakar di rumah atau lingkungan :

Walaupun kita tidak mungkin mencegah sepenuhnya anak untuk bebas dari cidera, tetapi dengan sistim pencegahan yang sederhana, bisa mengurangi kemungkinan terjadinya luka bakar yang tidak perlu di rumah.

Tindakan umum:

• Jauhi jangkauan anak dari korek api, bahan kimia, lilin dan sebagainya

• Semua outlet listrik harus ada pengaman/penutupnya

• Kabel listrik/kabel alat lektronik yang nampak sudah tua jangan digunakan

• Jangan membawa air panas sambil mengendong anak.

• Pasang pengaman untuk air panas di kamar mandi

• Jangan biarkan anak anda sendiri di kamar mandi yang ada air panasnya.

Moms and dads, semoga paparan diatas cukup membantu dalam hal melindungi anggota keluarga kita dari kejadian lukak bakar..

Prophet Muhammad (pbuh) said: “If Allah wants to do good to somebody, He afflicts him trials” [Sahih Bukhari: Volume 7, Book 70, Number 548]

“Human Milk is for Human Babies” – “Breastfeeding is Norm” – “Immune is Breastmilk”

Salaam,

dr Henny Zainal

Konsultasi Online (Senin-Jumat, Jam 16.00 – 16.00 wib)
😄 Email :
drhennyzainal@gmail.com
😄 Chat :
Whatsapp 081383285000
Hangouts drhennyzainal@gmail.com

Advertisements

Bahaya Fluoride

Semenjak kanak-kanak kita percaya bahwa fluoride sangat baik untuk gigi. Sekolah kita, para dokter gigi dan lembaga pemerintahan mengatakan hal itu setiap hari, dari tahun ke tahun. Mari kita lihat lebih dekat tentang kenyataan yang sesungguhnya dari fluoride.

image

“Agustus 2002 – Belgia menjadi negara pertama di dunia yang melarang penggunaan berbagai suplemen fluoride, tablet ber-fluoride, obat tetes ber-fluoride, dan permen karet ber-fluroide yang selama puluhan tahun dipromosikan sebagai batu permata untuk gigi, lalu ditarik dari pasaran, karena beracun dan menyebabkan resiko besar bagi kesehatan fisik maupun psikologis. Keputusan ini dikeluarkan oleh menteri kesaehatan masyarakat federal.” [www.shirleys-wellness-cafe.com/#belgium]

Tahun 1990, telah dirampungkan penelitian 10 tahun tentang masalah ‘racun’ sebagai Program Nasional Pemerintah Federal Amerika Serikat (bagian dari Departemen Kesehatan dan Pelayanan Masyarakat) untuk mengatur berbagai kemungkinan bahwa fluoride dapat menyebabkan kanker. Lebih mengejutkan bagi mereka, bahwa ternyata tumor tulang ditemukan pada hewan percobaan sebagai reaksi langsung pemberian fluoride. Bahkan sebelum penelitian itu selesai, Program Penelitian Nasional Masalah Racun (NTP) telah menghubungi Lembaga Perlindungan Lingkungan Hidup untuk memberi informasi bahwa fluoride bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker).

Hypothyroidism (tiroid yang kurang aktif) saat ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling umum di Amerika Serikat. Synthroid, obat yang diberikan resep para dokter untuk mengatasi Hypothyroidism, adalah obat nomor 4 yang paling banyak dituliskan resepnya oleh para dokter di Amerika tahun 2000. Gejalanya meliputi : depresi, kelelahan, bertambahnya berat badan, nyeri otot dan rasa sakit lainnya, meningkatnya kolesterol dan sakit jantung. Sebuah penelaahan awal dari penelitian kanker yg dilakukan oleh Program Toksikologi Nasional (Washington-USA) juga melaporkan bahwa tikus-tikus yang diberi sejumlah fluoride memiliki tumor tiroid, tumor rongga mulut dan tumor hati yang sebenarnya jarang terjadi; akan tetapi berita mengenai tumor-tumor ini akhirnya tenggelam dalam suasana kontroversial yang justru muncul. Menurut Dr.William Marcus -Ketua para ahli toksikologi-tenggelamnya berita tentang tumor-tumor tersebut secara politik memang disengaja dan tidak ada penjelasan yang dapat mempertahankannya secara i lmiah. Sebuah penelitian terbaru mengenai wabah penyakit oleh seorang ilmuwan Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Amerika Serikat menemukan bahwa kemandulan pada perempuan berhubungan dengan meningkatnya level kandungan fluoride dalam air minum (3 ppm).

“Dr.Phyllis Mullenix dari Institut Penelitian Forsyth Universitas Harvard (sebuah institut penelitian gigi) menerbitkan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa fluoride lebih efektif dalam menurunkan tingkat IQ pada anak, dibandingkan timah” [excerpt fromhttp://www.naturalrearing.com

Ketidakbergunaan fluoride sendiri sudah lama diragukan di seluruh dunia untuk waktu yang lama. Setelah bertahun-tahun setidaknya 12 pemenang penghargaan nobel di bidang obat-obatan dan kimia telah memperingatkan berbagai resiko kesehatan yang berhubungan dengannya. Mengkonsumsi fluoride khususnya pada anak-anak bukan hanya tidak berguna, tapi jelas-jelas berbahaya. Gigi dan tulang yg kekurangan kalsium akibat fluoride bahkan diberi nama fluorosis. Fluoride memiliki sifat yang sangat reaktif dan dapat terserap ke dalam tulang-tulang dan sel-sel hingga terakumulasi. Memang, permukaan gigi menjadi lebih keras, tapi gigi itu sendiri menjadi lebih rapuh. DAri banyak penelitian temuan itu muncul bahwa fluoride bertanggung-jawab dalam beberapa masalah kesehatan seperti : kerangka tulang yang menjadi tidak beraturan, keropos tulang, bahkan hingga kanker tulang. Otak juga tidak dapat terhindar karena fluoride menyebabkan pengaruh negatif pada sistem saraf dan sistem kekebalan tubuh, dan pada anak-anak (khususnya) dapat menyebabkan kelelahan yang kronis, IQ rendah, sulit berkonsentrasi, kelesuan dan depresi.

Apakah anda pernah melihat anak-anak dan remaja di antara keluarga dan teman-teman anda yang mempunyai noda atau flek pada gigi mereka? atau memiliki garis-garis gelap yang terlihat seperti lubang? Itu adalah efek dari mendpatkan fluoride yang berlebihan. Pada sebagian komunitas, kejadian gigi fluorosis (keropos), merupakan tanda pertama yang dapat terlihat dari kontaminasi fluoride. Fluoride yang diberikan melalui mulut untuk berkumur dan memperkuat gigi pada anak-anak sangatlah beracun dalam perkembangan biologis mereka, rentang hidup dan kesehatan mereka secara umum. Penelitian di Cina telah memperlihatkan adanya korelasi bahwa bahkan dengan pemberian dosis fluoride yg rendah pun telah menyebabkan berkurangnya kecerdasan pada anak.

Mungkin Anda akan berpikir bahwa sedikit fluoride dalam pasta gigi anda tidak akan menjadi masalah, toh anda tidak menelannya. Tapi apakah anda yakin bahwa selama anda dengan setianya memakai pasta gigi tersebut, anda tidak pernah dengan TIDAK SENGAJA menelannya? Apalagi dengan kadar yang rata-rata sebesar 0,8% dari kandungan total dari pasta gigi anda. Dan jangan lupakan ketika anda masih kanak-kanak dan baru mulai belajar menyikat gigi dengan pasta gigi yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa hingga memberi sensasi seperti sedang mengulum es krim atau permen. Apakah anda masih berani berkata bahwa anda tidak pernah menelannya, pada saat itu [sekedar untuk mencicipi rasanya yang manis]?

Citra Fluoride yang positif di Amerika (bahkan hampir di seluruh dunia) mungkin karena manipulasi yg seolah-olah baik namun tidak menerima berbagai temuan penelitian dan memecat para ilmuwan yang berani mempertanyakan keuntungan fluoride. Dr.William Marcus, sendiri kehilangan pekerjaannya di tahun 1991 setelah dia bersikukuh lewat hasil penelitiannya yang membuktikan bahwa fluoride dapat menyebabkan kanker.

Fluoride, Gigi & Bom Atom, oleh Joel Griffiths & Chris Bryson – Juli 1997. Setelah hari-hari PD II, ketika Amerika memenangkan peperangan dengan membuat bom atom pertama di dunia, para pemimpin kesehatan masyarakat telah membiarkan dan menyatakan bahwa dosis kecil dari fluoride aman bagi manusia, dan baik untuk gigi. Pernyataan aman tersebut kini harus diuji kembali dengan sejelas-jelasnya, terkait dengan penemuan sebuah bundel dokumen-dokumen rahasia jaman PD II yang telah berhasil diperoleh Griffiths & Bryson. Termasuk di dalamnya, dokumen-dokumen yang tidak diklarifikasi dari Proyek Manhattan, tentang kelompok militer Amerika yang membuat bom atom. Menurut dokumen-dokumen tersebut, Fluoride adalah zat kimia kunci dalam memproduksi bom atom. Jumlah Fluoride yang sangat banyak, jutaan ton sangat esensial untuk membuat bom uranium dan plutonium alias senjata nuklir selama perang dingin. Dokumen-dokumen itu menyebutkan, salah satu zat kimia yang dikenal paling beracun adalah fluoride, yang muncul secara cepat sebagai racun kimiawi dari program bom atom Amerika Serikat, baik untuk para pekerjanya maupun masyarakat di sekitarnya. [www.rvi.net/~fluoride/fluoride_teeth_atomic_bomb_.htm]

“Isi dari tube pasta gigi yang mengandung fluoride, ukuran keluarga cukup untuk membunuh anak seberat 12 kilogram” [www.all-natural.com/fleffect.html]

Fakta-Fakta Ilmiah : Efek Biologis dari Fluoride

# Fluoride telah digunakan untuk memodifikasi perilaku dan suasana hati manusia. Diketahui bahwa ada fakta yang menunjukkan sejumlah fluoride yang ditambahkan ke dalam air minum untuk para pesakitan dapat membuat mereka jinak dan dapat dicegah untuk bertanya pada yang berwenang, baik di penjara Nazi dalam Perang Dunia II maupun dalam penjara Soviet di Siberia. # Fluoride memiliki efek kecil atau bahkan nyaris tidak memberi efek sama sekali dalam mencegah kerusakan pada manusia. Pada tahun 1990, Dr John Colquhoun dipaksa memasuki pensiun awal di selandia baru, SETELAH ia melakukan penelitian dan menemukan bahwa tidak ada perbedaan kerusakan gigi antara yg diberi fluoride dengan yang tidak. Ia juga menemukan bahwa sejumlah anak-anak yang diberikan fluoride, telah menderita keropos gigi (fluorosis). # “Fluoridasi adalah kasus penipuan ilmiah terbesar abad ini. ” ujar Robert Carlton, Ph.D., mantan ilmuwan EPA Amerika Serikat di Perusahaan Broadcast Kanada, 24 November 1992. [www.anglicancommunion.org]

Buku yang berjudul “The Fluoride Deception” (penipuan dengan fluoride), merupakan salah satu cerita tentang rahasia besar pada masa kini. Tentang bagaimana berbagai racun di tempat kerja yg mencemarkan dan sebagai polutan dari jaman PD II, telah ditambahkan pada air minum dan pasta gigi kita. Sebuah penyalahgunaan kekuasaan yang kronis & sebuah industri negara yang mensponsori propaganda kesehatan; Buku ini mendeskripsikan bagaimana militer dan para ilmuwan industri, serta para pejabat kesehatan “mengubur” informasi tentang fluoride yang berpotensi untuk merusak kesehatan manusia, sementara mereka mempromosikan penggunaannya untuk kesehatan gigi.

Sebagian besar negara-negara Eropa, termasuk di dalamnya Jerman, Swedia, Perancis dan Belanda sudah melarang penggunaan Fluoride untuk kesehatan masyarakat. Sayangnya, di Indonesia, hampir tidak ada pasta gigi yg bebas fluoride. Termasuk “siwak”,”oral-B” dan “enzim” sekalipun. Walaupun kadar fluoride pada “Enzim” termasuk yg paling rendah [0,24%] dibandingkan merk lain yang rata2 mencapai hingga 0,8%. [Pi]

sumber dan adaptasi diambil dari:

– Bayang-bayang Gurita, Jerry Duane Gray, 2005, Iqra Insan Press : Jakarta Selatan

– http://www.all-natural.com/fleffect.html

– http://www.anglicancommunion.org

– http://www.chemtrailpatrol.com/cpr_fluoride_menu.htm

– http://www.naturalrearing.com

– http://www.rvi.net/~fluoride/fluoride_teeth_atomic_bomb_.htm

– http://www.shirleys-wellness-cafe.com/#belgium

– http://www.fluoridealert.org/fluoridation.htm#8

– http://www.globalhealingcenter.com/natural-health/how-safe-is-fluoride/

– http://www2.fluoridealert.org/Alert/United-States/National/Toothpaste-How-Safe

Faiza’s Birth Story

“Saya berhasil melahirkan normal setelah 3 kali melahirkan melalui C-secs (operasi ceasar)!”

Setelah 3 kali melahirkan melalui operasi C-secs, ibu 4 anak, Henny Zainal, yg juga seorang dokter, tidak pernah menyangka ia dapat melahirkan secara normal dan alami dirumah. Ia menceritakan bagaimana ia melawan sesuatu yang banyak orang bilang bahwa hal tersebut tidak mungkin.

Saya mengetahui kalau hamil lagi pada Mei 2011. Satu sisi saya bersyukur atas karunia yg diberikan, namun bersamaan saya bingung dan takut. Anak saya yang termuda baru 5 bulan dan masih diberikan ASIX.

Teman2 terkejut dengan berita kehamilan saya dan bertanya apa yang akan saya lakukan, apakah akan menjalani operasi C-secs yang ke empat atau justru akan mencoba melahirkan secara normal (Vaginal Birth)? 

Pertama kali mendengar tentang adanya teori “melahirkan normal setelah 3 kali operasi C-secs (Vaginal Birth After 3 C-section/ VBA3C)”, saya langsung berpikir, “gila kali ya! Ga mungkin ah ngelahirin normal habis 3 kali ceasar”! Saya ini dokter dan tau bahwa VBAC itu beresiko tinggi terhadap robeknya dinding rahim, itu yang mereka ajarkan pada saya selama ini.”

Mengenang pengalaman operasi C-sec yang tidak menyenangkan

Operasi C-secs saya yang terakhir begitu buruk dan menyiksa. Yang pertama seperti “okelaah, ga begitu buruk”, kedua “Astaghfirullaah, harus operasi lagi ya?, dan yang ketiga, “ya Allah yg maha kuasa, mengapa Engkau buat aku harus operasi lagi”.

Pengalaman yang terakhir ini betul-betul tidak menyenangkan dan sangat menyakitkan.
Pasca operasi sesar ketiga dimana bayi dilahirkan secara pada usia kehamilan 32 minggu, tenaga kesehatan lupa untuk memberikan obat penghilang nyeri kepada saya.

Saat itu saya pun sudah mengingatkan, namun hanya ditanggapi dengan “Ibu, operasi sesar itu semakin banyak memang semakin sakit”. Tenaga kesehatan baru menyadari kelalaian mereka saat kunjungan dokter yang melakukan operasi pada esok harinya. 

Saya kaget, karena rasa sakit yang saya alami tidak diperhatikan oleh mereka. Antara nyeri yang tak tertahankan itu, suamipun memberi kabar bahwa bayi saya yang dilahirkan pada usia kehamilan 32 minggu harus dirawat di Neonatal intensive care unit (NICU) karena komplikasi paru-paru setelah 3 jam lahir.

Pada kehamilan ini, saya terus berpikir, “Haruskah saya mengulanginya lagi? Ataukah ada pilihan proses persalinan lain yang lebih nyaman untukku dan bayiku?”

Saya beruntung mempunyai banyak teman yang mendukung dengan berbagi pengalaman dan membantu saya membuat keputusan melalui pembelajaran semua informasi dengan pikiran terbuka (informed choice) melalui berbagai jurnal penelitian dan laporan. 

Meskipun sudah pernah mendengar tentang VBAC setelah bayi sebelumnya saya lahir, tidak pernah terpikir hal itu dapat dilakukan tanpa resiko. 

Melalui Facebook, saya bertemu dengan, Dani, dia berhasil melakukan VBA3C dengan jarak antara kelahiran dan hamilnya lebih dari 2 tahun, sedangkan saya hanya 5 bulan. Selama ini saya tahunya bahwa kehamilan jarak dekat beresiko tinggi terhadap persalinan normal, maka biasanya ibu diwajibkan untuk operasi sesar.

Lewat Facebook juga, saya bertemu dengan Rachael Ouwajen. Dia menceritakan tentang seorang ibu yang sukses menjalani VBA4C. Jarak antara kelahiran dan hamilnya sama dengan saya, 5 bulan. Mengetahui hal itu, saya begitu kagum dengan kemampuannya dan mulai muncul keyakinan bahwa saya pun bisa melakukannya.

Mencari dukungan

Tujuh bulan menuju tanggal perkiraan kelahiran, saya akhirnya dengan mantap membuat keputusan untuk mencoba VBA3C. Saya mulai mencari bidan atau dokter yang mau mendukung dan membantu saya menjalaninya. Selama berminggu-minggu usaha saya tidak membuahkan hasil. Kebanyakan mereka skeptis terhadap rencana saya.

Memasuki usia kehamilan 4 bulan, suami memberi ultimatum –segera temukan dokternya atau batalkan rencana VBA3Cnya. Saya kehabisan akal dan meminta pertolongan Allah.
Beberapa hari kemudian, doa saya terjawab. Kami menemukan dokter kandungan yg pro kelahiran- ormal pasca sesar di daerah Jakarta Selatan. Bahagia karena beliau berpengalaman sukses menangani beberapa VBA2C. 

Lalu saya berkata kepada suami, “Sebelum mengambil keputusan apapun, paling nggak konsultasi dulu sama dokter ini deh ya? Ini badanku dan aku yang akan mengalami sakit dan traumanya. Aku ga bermaksud menyakiti bayi kita, tapi setidaknya biarkan aku menemuinya dulu baru kita buat keputusan setelahnya.” Alhamdulillah, Suami setuju untuk menemui dokter tersebut.

Keberuntungan bersama kami, dokter tersebut setuju untuk membantu saya melakukan VBA3C. Dia mengatakan, “Sebetulnya, setiap rahim ibu –apakah sudah pernah melahirkan normal ataupun operasi C-secs- akan kembali ke kondisi normal 3 bulan setelah melahirkan. Saya akan membantumu jika kamu punya keberanian dan keyakinan untuk mencoba VBA3C.”

Dia juga menjelaskan bahwa tanda-tanda yang harus diperhatikan jika terjadinya robekan rahim salah satunya adalah rasa sakit di rahim ketika disentuh dan/atau bercampurnya darah dalam urin. Jika tanda-tanda itu tidak muncul maka berarti persalinan normal tetap aman untuk dilanjutkan.

Keyakinan suami pun meningkat setelah mendengar pejelasan sang dokter. Matanya memancarkan kepercayaan dan harapan. Hatiku begitu lega dan penuh rasa syukur. Setelah bertemu sang dokter suami menjadi termotivasi dan mulai meneliti tentang VBAC. Kami melihat video kelahiran alami (natural birth) di youtube bersama-sama. Akhirnya setelah berminggu-minggu berupaya meyakinkan suami, kali ini saya tidak sendirian lagi menempuh semua ini.

Plan B

Dua bulan sebelum melahirkan, sang dokter tidak setuju rencana saya untuk melahirkan secara alami, yang berarti tidak menggunakan bantuan medis seperti vacuum suction. Saya meyakini bahwa persalinan secara alami dengan minim intervensi medis akan lebih baik bagi kami, tetapi sang dokter menolak untuk membantu saya menjalani VBA3C secara alami. 

Sekali lagi, saya merasa tersungkur. Dalam usaha terakhir saya meraih dukungan, saya menghubungi orang-orang yang mungkin dapat membatu saya melalui sosial media. Bahkan saya menawarkan kesempatan untuk menjadi bagian dari pengalaman melahirkan langka kepada sebuah komunitas online yang kemungkinan disana terdapat para bidan.

Tak seorangpun merespon

Pada januari 2012 sebulan sebelum melahirkan, saya dengan Mas Reza Gunawan lagi-lagi melalui Facebook dan dari percakapan kami terungkap perihal unassisted birth (UC). 
Lalu saya mempelajari lebih jauh perihal persalinan sendiri tanpa bantuan tenaga kesehatan (Unasissted childbirth/UC).

Ketika ide ini disampaikan kepada suami, beliau langsung menolaknya. Keadaan berubah setelah saya mengapa suami untuk bertemu Mas Reza, yang dengan sabar membagi kebijaksanaan dan pengetahuannya dengan kami. Saya juga sangat gembira dengan kesempatan bertemu istrinya, Dewi Lestari, yang seorang penyanyi dan penulis terkenal.

Suami meneruskan usahanya meneliti kelahiran alami dan unassisted. Dia melahap bacaan tentang melahirkan di rumah (home birth), kegawat daruratan dalam persalinan dan pasca persalinan, serta beberapa topik yang relevan. 

Sejujurnya dalam hati, saya agak bingung dan kuatir bagaimana kami akan melakukan semuanya sendiri. Bisakah suamiku melakukannya? Dia cuma punya kurang dari sebulan untuk mempersiapkan dirinya dan saya tidak yakin waktunya cukup.

Hari itupun tiba

29 januari 2012, saya bertemu dengan seorang bidan yang bersedia mendukung saya selama proses melahirkan. Setelah berdiskusi selama 4 hari, saya berhasil meyakinkannya bahwa kami siap!

Esok harinya, saya mengalami sedikit pendarahan dan kontraksi setiap 5 sampai 8 menit. Bidan datang, setelah dicek dia mengatakan bahwa pembukaannya baru 1cm. Saya diminta bersabar dan terus berlatih napas, menjaga emosi dan nutrisi.

2 hari berlalu, tidak ada kemajuan yang berarti walaupun kadang saya mengalami kontraksi. Saya dapat merasakan si bayi bergerak maju turun ke bawah. Saya terus berdoa, memohon pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala dan tak lupa untuk mengajak bicara bayi bahwa kami tidak sendirian. Ada Allah subhanahu wa ta’ala yang selalu bersama kita dan In syaAllah kita dapat melalui semua ini bersama-sama.

1 Februari 2012, kontraksinya bertambah kuat, berjarak setiap 1 menit. Bidan datang dan mengecek, pembukaan baru 2 cm. Kehamilan sudah melewati HPL, dimana seharusnya HPL adalah 14 Januari 2012. Kami sudah melewati lebih dari 2 minggu dari perkiraan manusia.

Ketika itu, saya merasa sangat lelah dan berupaya menjaga energi dengan madu dan kurma. Semua berjalan lancar –tidak ada tanda-tanda robekan rahim walaupun mengalami sakit yang luar biasa di setiap kontraksi.

Jam 10 malam, pembukaannya sudah 4-5 cm. Secara mental, saya sempat drop karena rasa sakit yang luar biasa tak tertahankan dan merengek ke suami untuk segera ke rumah sakit memilih sesar saja. Suami menguatkan diri saya bahwa in isyaAllah kami bisa melaluinya dengan pertolongan Allah. Akhirnya saya pun tertidur karena kelelahan. 

Ketuban saya pecah tak lama setelah tengah malam dan pembukaan sudah 7-8 cm. Saya kemudian masuk ke dalam kolam air, terlihat bahwa air ketuban berwarna hijau. Sebagai dokter, selama ini saya mendapatkan informasi akan keburukan ketuban hijau. Namun ternyata itu tidaklah tepat, bukan sebagai hal yang menakutkan.

Bidan mengecek detak jantung bayi saya dan menyatakan bahwa bayi baik-baik saja. Tak ada hal yang perlu ditakutkan. Informasi yang diberikan dengan sigap oleh bidan, sangat membantu saya untuk lebih rileks dalam persalinan ini.

Tidak lama setelahnya, saya merasakan bayi terus mendesak turun keluar. Saya merasakan tubuh mengajak untuk nungging dan saya ikuti maunya tubuh ini bergerak. Bidan meminta suami untuk membantu persalinan saya. Beliau duduk di belakang saya dan terus memperhatikan bayi yang mulai keluar perlahan. Saya dapat merasakan rambutnya yang lembut.

Tiba-tiba bidan menyuruh saya merubah posisi menjadi duduk karena airnya tidak cukup banyak untuk menyambut bayi keluar dari rahim dan hal tersebut bisa membahayakan si bayi. 
Setelah saya duduk, bayi pun perlahan keluar dan disambut oleh suami saya. Hati saya dipenuhi kebahagiaan yang tak terkira saat akhirnya melihat kepala bayi keluar perlahan.
Ketika bayi keluar, terlihat bahwa tali pusat membelit lehernya. Suami diminta untuk membuka tali pusat yang membelit leher dengan perlahan. Akhirnya, Faiza lahir pada tanggal 2.02.2012 jam 02.00 dengan selamat ke pangkuan ayahnya dan kemudian diletakkan ke dada ibunya. 

Pertama kali saya menatap matanya.. Aahh.. Sungguh tak terkira kebahagiaan yang dirasakan. Dada saya bak pecah oleh luapan kebahagiaan dan airmata mengalir tanpa disadari. 

WE DID IT..!!!

Hantaman badai ketidakpercayaan banyak pihak..
Hantaman badai penghinaan banyak pihak..
Semua itu terjawab lewat kuasa Allah subhanahu wa ta’ala..

Saya berhasil dengan ijin Allah, do’a kami terkabulkan!
Saya mematahkan mitos bahwa sekali sesar maka seterusnya akan sesar. Selain itu, saya membuktikan bahwa HPL bukanlah Hari Pasti Lahir. 
HPL benar-benar hanya Hari Perkiraan Lahir, hanya sebuah dugaan berdasarkan perhitungan manusia. Sedangkan manusia tempatnya kesalahan, tiada kebenaran yang valid pada manusia kecuali Muhammad shalallaahu alayhi wa salam.

Persalinan merupakan kehendak Allah, Ia-lah yang menentukan kapan bayi lahir dan tiada yang tahu dengan tepat kapan. Semua ini tidak akan terjadi tanpa pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala. 

Keyakinan yang sejak awal hamil kali ini saya miliki bahwa jika Allah subhanahu wa ta’ala menanamkan janin dalam rahim wanita, maka sesungguhnya rahim itu kuat. Karena Allah Maha Tahu. 
Keyakinan yang semakin kuat sampai akhir, diperoleh lewat pembelajaran dengan pikiran secara terbuka dan bertanggung jawab. 

Terima kasih banyak kepada teman-teman saya yang terus mendampingi sejak awal.
Rachael Ouwejan, Dani Arnold McKenny, Maria Zain rahimahullah, Lynsey Bartram, Emma Kwasnica dan Natacha Dority yang sudah mendukung dan menyemangati saya dalam suka dan duka sampai akhir.

Setiap wanita dapat melahirkan secara normal. Persalinan sejatinya adalah proses alamiah, pengalaman yang begitu indah dan menyenangkan 

Percayalah kepada Allah, IA-lah yang menentukan kapan bayimu lahir dan IA-lah yang menuntunmu dan bayimu melalui proses indah ini..

(Sebagian kisah ini diterbitkan di majalah terbitan Malaysia, Baby Talk, edisi “Bump To Birth, Birth-Day”, hal. 32 -33, di bulan Juni 2012.)
Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi setiap ibu yang sedang menanti buah hati dan berada dalam persimpangan, “haruskah sesar ataukah normal?”.

Cat. Tambahan :

Sejujurnya dr riwayat kehamilan dan persalinan saya, maka seharusnya sebagai orang medis saya paham bahwa kondisi saya merupakan kontraindikasi untuk persalinan normal. Sekali lagi keberhasilan persalinan ini atas ijin Allah sebagai pelajaran bahwa ilmu manusia terbatas, jika Allah sudah berkehendak maka tiada siapapun bisa menghentikannya.

1. Janin letak kepala. 
Melewati HPL, induksi gagal dan hasilnya adalah Bayi Letak Kepala. Pembelajaran untuk saya adalah ketakutan akan melewati HPL, akhirnya berujung induksi Yang terburu-buru dan ternyata sebetulnya bayi belum turun. Sehingga induksi gagal karena janin masih diatas, belum masuk rongga panggul.

2. Robekan rahim.
Post SC pertama terjadi abses cukup lama, kosong 3 bulan dimana sebetulnya luka belum kering. Terjadi perlengketan yang cukup hebat antara dinding rahim dan perut. Menurut ayah saya yg seorang dokter bedah dimana beliau ikut dalam ruang operasi saat itu, kondisi otot rahim dan otot perut tercerabut spt daging suwir. Bayi dilahirkan prematur usia 32 minggu karena sejak kehamilan 5 bulan sudah muncul gejala robekan rahim. 

Kondisi ini sebetulnya sdh cukup untuk menjadikan diri saya menghentikan niat VBA3C. Banyak yg berkomentar negatif bahwa saya nekat. 
Well.. Saya hanya bs jawab, “Nekat itu klo modal dengkul. Alhamdulillah keberhasilan ini adl semua krn ijin Allah, dimana Allah bukakan jalan pd kami utk optimalkan pembelajaran dan do’a selama masa kehamilan. Mereka cuma bisa berkomentar, tetapi tidak tahu bgm perjuangan kami.” Jd abaikan saja mulut-mulut negatif itu. Terus fokus dg rencana yg baik.

3. Kuretase usia kehamilan 8 minggu

4. Sesar ke 3, yaitu ancaman robekan rahim. 
Kontraksi palsu cukup kuat di usia kehamilan 35 minggu, keluar flek. Saat ini saya belum mempelajari lebih jauh perihal VBAC, namun sudah mendengar soal VBAC. Sehingga keyakinan saya belumlah kuat untuk melakukan VBA2C.

(Untuk masalah tali pusat, bisa dibuka album “Lotus birth perlukah?” https://www.facebook.com/media/set/?set=a.464469667068932.1073741836.463002300549002&type=3)

image